Pasir dan Batu

26 08 2009
Ini adalah Sebuah cerita yang pernah dasir baca dari sebuah buku tapi dasir dan wong tunjung lupa judul bukunya…begini ceritanya..

Ada dua orang pengembara sedang melakukan perjalanan. Mereka tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang yang ada hanya pasir yang membentang. Jejak kaki mereka meliuk-liuk di belakang. Membentuk kurva yang berujung di setiap langkah yang mereka tapaki. Debu-debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan menunduk.Tiba-tiba badai datang.

Angin besar menerjang mereka. Hembusannya membuat tubuh dua pengembara itu limbung. Pasir betebaran di sekeliling mereka. Pakaian mereka mengelepak, menambah berat langkah mereka yang terbenam di pasir. Mereka saling menjaga dengan tangan berpegangan erat. Mereka mencoba melawan ganasnya badai.

Badai reda, tapi musibah lain menimpa mereka. Kantong bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi. Isinya tercecer. Entah gundukan pasir mana yang meneguknya. Kedua pengembara itu duduk tercenung, menyesali kehilangan itu.

“Ah.., tamatlah riwayat kita,” kata pengembara pertama. Lalu ia menulis di pasir dengan ujung jarinya. “Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini.”

Kawannya, si pengembara duapun tampak bingung. Namun, mencoba tabah. Membereskan perlengkapannya dan mengajak kawannya melanjutkan perjalanan. Setelah lama menyusuri padang pasir, mereka melihat ada oase di kejauhan.

“Kita selamat,” seru salah seorang diantara mereka.
“Lihat, ada air di sana.”

Dengan sisa tenaga yang ada, mereka berlari ke oase itu. Untung bukan fatamorgana. Benar-benar sebuah kolam. Meski kecil tapi airnya cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuasnya dan mengisi kantong air.

Sambil beristirahat, pengembara pertama mengeluarkan pisau genggamnya dan memahat di atas sebuah batu. “Kami bahagia. Kami dapat melantjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini.”

Pengembara kedua heran.
“Mengapa kini kau menulis di atas batu, sementara tadi kau menulis di pasir.”

Yang ditanya tersenyum.
“Saat kita mendapat kesusahan, tulislah semua itu di pasir. Biarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan pupus,” jawabnya dengan bahasa cukup puitis.

“Namun, ingatlah saat kita mendapat kebahagiaan. Pahatlah kemuliaan itu di batu agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangan kesenangan itu di kerasnya batu agar tak ada yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan.”

Keduanya bersitatap dalam senyum mengembang. Bekal air minum telah didapat, istirahatpun telah cukup, kini saatnya melanjutkan perjalanan. Kedua pengembara itu melangkah dengan ringan seringan angin yang bertiup mengiringi.

Bagaiman dengan kita dalam menyikapi setiap permasalahan…salam hangat dan ukhuwah dari dasir dan wong tunjung semua…


Aksi

Information

11 responses

27 08 2009
dasir

Paasir dan batu aku yang pertamaxxx megang…hehehehe

27 08 2009
marsudiyanto

Aku kedua ya gpp…

27 08 2009
dasir

met sahur pak…tapi ga pake batu ya pak..

28 08 2009
mantan copet

Salam kenal Sahabat….
Maaf, saya datang hanya untuk meminta dukungan.

Memang saya ini hanya mantan manusia bejat, tapi sumpah Mas, saya sudah benar-benar insyaf, karena saya punya satu keyakinan bahwa saya pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih baik.
Nothing Impossible, ndak ada yg ndak mungkin. Maka dari itulah kali ini saya akan berbagi sedikit kisah hidup saya selama masa transisi itu, dan melalui komentar ini, saya mohon berikanlah satu komentar saja untuk postingan saya, Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha.

"Satu komentar Anda adalah seribu keping emas buat saya."

Trimakasih Sahabatku.

28 08 2009
dasir

@mantan copet Jangan pernah menyerah pak ya.!Orang yang baik itu bukan berarti tak pernah berbuat salah,tapi orang yang baik adalah orang yang mau memperbaiki kesalahan yang pernah dibuatnya..salam sayang dan cinta damai tuk sahabatku..

28 08 2009
fanny

renungan yg keren. nulis di batu gak mudah lho.

28 08 2009
dasir

@fanny terimakasih ya sudah berkunjung..salam sayang,cinta damai dan persaudaraan..

28 08 2009
lombok island

tulisannya keren. mantap

28 08 2009
dasir

@lombok island terima kasih,salam sayang dan persahabatan..i love u pulll salam ya buat teman2 dilombok,cabe,bawang..hehehe

28 08 2009
Zulhaq

ehhmmm, ada apa gerangan dibalik renungan ini he3

kirain tadi ganti nama "meodpasir" he2
jadi panggilannya pasir hi hi hi

29 08 2009
dasir

@zulhaq hahahaha..ayak-ayak wae akang ieu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: