Mutiara di Ujung Pelupuk Mata

30 07 2009

Ini cerita lnjutan nyang kemarin, kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi sobat.
Jadi bagi yang bingung mohon tengok sebentar postingan sebelumnya,,,,

Usia kandungan Ainah pun telah menginjak 9 bulan 6 hari 5 jam 4 menit 23 detik. Pagi itu pukul 7 pagi hari Rabu tanggal 29 Januari 2003 perut Ainah terasa sakit. Sedang Qorob masih ber-dagang. Ia lari ke toilet. Namun di toilet, tak ada sesuatu yang mau keluar dari lubang belakangnya. Rasa sakitnya bertambah hingga pukul 9, namun suaminya juga belum pulang. Karena hp belum punya, ia tak bisa menghubungi suaminya dan ia coba mengurangi rasa sakit perutnya tersebut dengan tiduran di kasur.
“Alhamdulillah agak mendingan,” ujarnya sendiri. Ia terlelap tidur.
Begitu mendengar suara motor Supra X ia terbangun. Dilihatnya jam telah menunjukkan pukul 10 pagi. Artinya sudah 3 jam ia merasa sakit. Tapi yang 1 jam ia bawa rasa sakitnya sambil bermimpi ke alam tak sadar. Begitu mau bangun.
“Aduhhh…..ya Allahhh……Masss….SAKITttt….ya Allah….,” Ainah mengaduh.
Suaminya yang mendengar geraman istrinya langsung terbang setelah memasang standard tengah Supra X-nya. Keranjang tempe di jok belakang juga belum sempat ia turunkan. Jaket bertuliskan HONDA berlambang sayap tinggal sebelah tapi tak tahu yang sebelah putus ke mana sehingga tak bisa terbang dan jaket tersebut merupakan hadiah dari dealer tempat ia membeli motor juga belum dibukanya dari badan bau keringat itu.
“Kenapa istriku…?”
“Sakit mas…!!! Sepertinya si kecil pingin keluar!”
“Mus!!! Tolong turunkan keranjang dari motor!!! Aku mau pakai untuk mengantar Mbak Ainah ke dokter, cepat ya!!! Mus, sekalian tolong bilang ke Ibunya Ainah kami ke RS “Sapto Handono” ya, terima kasih!! Kontak motor mana ya Mus?!” ia minta kepada karyawannya sambil bereskan perlengkapan seadanya. “Tadi di atas lemari samping tv saya lihat Mas Qorob melemparnya ke situ.”
“Jaga rumah dan nanti tempenya di bikin sendiri karena aku tak bisa membantu, kalau kerepotan minta Adul untuk membantumu ya!!”
“Ya Mas!”
Kontak dipasang pada pada lubang kunci motor. Stater dinyalakan dan gas diputar. Suara motor bebek berplat nomor polisi AA 4724 BM itu meraung-raung.
“Istriku, pegangan yang kuat ya dan tahan rasa sakitmu itu barang sebentar!!” pinta Qorob.
“Iya suamiku. Auh…ya Allah…cepat suamiku aku sudah tak tahan lagi..!!!!”
Supra X bervelg jeruji digeberrrr!! Gigi dimasukkan, Jegluggg! Roda 2 tanpa genjotan bergigi 4 tapi tak tampak seperti gigi manusia dengan rem cakram depan dan rem tromol di roda belakang itu melaju di jalan aspal Prembun. Ia melaju dengan kecepatan yang cukup cepat tapi juga hati-hati. Sepuluh menit kemudian sampailah Qorob di Rumah Sakit ‘Sapto Handono’.
“Suster tolong istri saya, sepertinya ia mau melahirkan!!”
“Ia pak, akan saya urus istri Bapak. Bapak tenang saja insya Allah istri dan anak bapak akan sela-mat, bapak sambil menunggu proses kelahiran tolong urus administrasinya ya,” suster cantik berkerudung itu menenangkan Qorob dan meminta dengan ramah.
“Suster, tapi saya ingin menemani istri saya melahirkan apakah boleh, Sus?”
“Ya udah kalau bapak maunya seperti itu silakan! Tapi jangan berisik!”
Ainah dibawa ke ruang persalinan dengan kereta tempat tidur. Di ruang itu dokter kandungan wanita berusia kurang lebih 40 tahun siap menangani. Baskom berisi air hangat telah disediakan untuk mencuci tangan dan guna memandikan si kecil jika telah keluar dari rahim. Kedua tangan dokter dibungkus sarung tangan karet.
“Bu Ainah, tarik napas lalu dorong kuat-kuat ya!”
“Ya dok!”
“Tarik napas..dorong bu..dorong bu yang kuat!!!!..tarik napas..ayo dorong bu..yang lebih kuat!!”
“Ayo istriku…!” Qorob memberi semangat di samping Ainah.
“Ayo bu, kepalanya sudah mulai keluar….tarik napas dalam-dalam……..dorong……..ayo dorong….”
”OOOOeeeeeekkkkkKKK……………oek..oek…oo…oo….oekkk…”

Persalinan berjalan lancar. Suara jabang bayi pil perempuan telah lahir ke dunia dengan selamat dari rahim Ainah. Ia memiliki berat badan 3.3 kg dan panjang 50 cm. Tangisannya menggema di ruangan itu persis seperti suara Supra X jika digeber Qorob ketika hendak berdagang tempe. Bayi dibersihkan olah suster lalu diselimuti dengan selimut hangat membentuk lemper ayam sehingga yang terlihat tinggal wajah si cantik mungil. Setelah selesai dimandikan diserahkannya bayi itu kepada Qorob untuk didengarkan di telinga bayi itu.
“Selamat ya Pak bayinya perempuan, semoga menjadi putri yang cantik jelita dan sholihah serta berbakti kepada orang tua, agama Islam, masyarakat, bangsa dan negara. Amin.”
“Terima kasih, Suster. Terima kasih, Dokter.”
“Sama-sama Pak. Tolong administrasinya segera diurus ya Pak!”
“Iya dok! Ya Allah terima kasih. Engkau telah menganugerahkan amanah seorang bayi perempuan pada kami. Terima kasih ya Allah Engkau juga telah menabahkan hati kami dan memberikan kesa-baran kepada kami hingga bayi yang hidup dengan menggantungkan pil sebagai makanannya selama 7 bulan ini lahir ke alam dunia dengan selamat dan sempurna,” doanya di hati, tiba-tiba ia kaget oleh panggilan istriku. “Mas, bawa ke sini putri kecilku!” mohon Ainah yang sudah bersih karena dibantu oleh suster membersihkan diri dan berganti pakaian yang berlumur darah nifas.
“Sebentar, Istriku. Sekalian kasih ASI ya istriku anak pil kita yang baru lahir ini, ini silakan istriku! Aku keluar dulu sebentar untuk urus administrasi.”
“Jangan lama-lama ya!”
Sambil menunggu qorob, Ainah menyusui gadis mungil yang hidup di janin dari pil-pil yang besar berdiameter 1 cm dan kapsul vitamin yang diminum Ainah setiap hari masing-masing 5 biji dan berharga mahal. Sesaat kemudian Qorob datang.
“Istriku..!! Akan kita kasih nama siapa putri kecil pil ini?”
“Bagaimana kalau Amanda?”
“Terlalu pendek, anak jaman sekarang itu namanya panjang-panjang!”
“Terus siapa dong?”
“Kita telepon ibu dulu ya?”
“Tak usah lah, yang penting kita kasih tahu mereka kalau si putri telah lahir dengan selamat. Untuk namanya aku ingin yang kasih nama, akan kukasih nama bayi pil ini dengan nama ‘IKHLASUL AMALIA’, bagaimana suamiku?”
“Kenapa engkau beri nama seperti itu?”
Karena aku berpikir anak ini ada memang karena Allah dan bisa hadir di dunia karena ikhtiar kita bolak-balik ke dokter setiap hari senin dan rabu selama ini insya Allah ikhlas juga karena Allah sehingga Allah mengizinkan kita untuk melihat hasil usaha kita selama 9 bulan dan kita mera-watnya insya Allah ikhlas hingga ajal menjemput kita, bukan begitu wahai suamiku?” ia menjelaskan semua itu dengan tetesan mutiara di ujung pelupuk matanya.
“Kamu betul istriku, aku setuju dengan nama itu. Mari sujud syukur atas anugerah ini.”
“Istriku…! Kita juga harus berterima kasih pada seseorang walaupun sebenarnya bukan orang, karena ia telah berjasa pada kita selama ini dalam menjemput rizki dari Allah!”
“Siapa suamiku?”
Ia membisikkan sesuatu kepada istrinya dan meminta istrinya untuk mengucapkan ucapan terima kasih itu bersama-sama Qorob pada hitungan ketiga.
“Oke suamiku!”
“1…..2…..3…..TERIMA KASIH HONDA !!……”
Alhamdulillah tamat juga saudara/i ku, terima kasih atas kunjungan dan apresiasi kalian terhadap cerita wong ntunjung ini.
Cerita ini pernah diikutkan dalam Honda Writing Kompetition namun sayang belum menang alias belum mendapatkan juara..
Mohon doanya semoga tidak berhenti sampai disini wong ntunjung menulis cerita2 penuh hikmah yang bisa saya dan sahabat semua ambil hikmahnya……


Aksi

Information

7 responses

31 07 2009
Kopral Cepot

Saluuuut ternyata sahabatku tukang buat Cerpen he he he .. maju terus pantang kenduuur …

btw …. jd ingat anakku yg pertama .. saat jadi bapak pertama kali .. dag dig dug ..🙂

31 07 2009
dasir

Ya msh belajar kang,,dah brp putranya kang?

31 07 2009
dasir

Ya msh belajar kang,,dah brp putranya kang?

31 07 2009
dasir

aq kalo jwb komentar bingung ya?
Salut juga buat kang cepot,,karena mengingatkan kt pd sejarah..hahaha

31 07 2009
Wandi thok

Wah ceritanya masih berseri lagi nggak mas?
=====================================
Salam pesanku udah disampein ke mas Rigih belum mas?

31 07 2009
dasir

Pak,ceritanya dah kelar.InsyaAllah ganti judul cerita. Salamnya dah kusampaikan pak,nanti kalo berkunjung kesana bawa duren dan klik 'Link ke post ini' untk komentar pak..hehehe mtrnwn.

4 08 2009
Zulhaq

susternya ganggu orang bahagia aja, nagih administrasi mulu. nggakkabur ini he2…namanya manis tuh IKHLASUL AMALIAH…secara sekilas artinya juga indah beramal dengan ikhlas. gak tau tuh arti yg sebenarnya paan.

hoalahhh, ikutan kontes tuh. tetap semangat, masih banyak kesempatan berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: