Tali Asih BSBKBN dari Pak Dhe Abdul Cholik

14 10 2009

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada yang dasir hormati Bapak Abdul Cholik atas tali asihnya. Saya sungguh tersanjung atas tali asih tersebut. Dan kepada Pak Dhe saya memohon maaf baru menulisnya karena tali asihnya baru sampai kemarin tanggal 13 Oktober 2009 jam 17 lebih beberapa menit. Semoga dimaklumi. Karena Desa terpencil jadi belum terkenal.
Sebenarnya akses ke Tunjungsari sudah gampang. Tapi di desaku, semua surat, paket, dan benda-benda pos lainnya harus diambil oleh pamong desa di Kecamatan. Kalau pamong desa rajin ke Kecamatan maka akan cepat sampai. Namun kalau seminggu sekali ya otomatis, harus menunggu seminggu.

Inilah tali asih berupa buku dengan judul “Ayo Buat Facebook-mu Menarik” yang beliau kirimkan kepada saya, setelah mendapat undian Brain Storming Bukan Kontes: Bela Negara (BSBKBN) yang beliau adakan tanggal 3 Oktober 2009.

Saya bukanlah apa-apa. Tulisan saya yang saya beri judul Bela Negara Ala Lansia juga hanya tulisan sederhana yang muncul begitu saja, tanpa berpikir panjang dan tanpa semedi dulu. Semuanya mengalir begitu saja. Dalam kemepetan waktu Jumat aku menulis tulisan itu. Dan benar apa yang Pak Dhe katakan hanya butuh 15 menit untuk mengetiknya.

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya kepada Pak Brigjen Abdul Cholik atas Tali Asihnya. Semoga Buku ini bermanfaat dan membawa berkah. Amiin. Dan saya berdoa semoga Pak Dhe Abdul Cholik sekeluarga selalu dalam lindungan Rahmat, Barakah, Taufik, Hidayah dan Inayah Alloh Subhanahu Wata’ala. Amiin

Salam Hangat Tuk Semuanya..





Bela Negara ala Lansia

2 10 2009

Siang itu seorang kakek berjalan sempoyongan. Ia memikul keranjang di kanan dan kirinya. Isinya berbagai buah-buahan. Ia telah berjalan dari Pasar Induk Kramat Jati  puku 04.00 wib. Dari Kramat Jati ia menjajakan dagangannya hingga ke area perkantoran di Kuningan.

Di bawah pohon cherry ia berteduh sambil mengibaskan topi kerucutnya ke depan dan belakang. Topi berbentuk kerucut yang terbuat dari anyaman bambu itu telah berwarna cokelat. Dari dalam keranjang ia mengeluarkan sebotol air mineral. Ditenggaknya air putih itu.

Buah-buahan dalam keranjangnya masih penuh. Ia menyeka keringatnya. Seorang gadis datang menghampiri.

“Kek, ada alpukat?”  tanyanya sambil menengok ke dalam keranjang.

“Ada Non. Mau berapa?” jawab kakek sopan.

“Tiga buah, yang segar ada Kek?” pinta gadis berkerudung pink itu.

“Ada non, silakan dipilih.” Kakek itu mempersilakan.

Sambil memilih ia menanyakan sesuatu kepada kakek tadi.

“Kek, ngapain sih jualan buah? Kan capek..”

“Ya dari pada duduk-duduk ga jelas, Non.” Jawabnya sambil terus mengibaskan topi kerucutnya untuk mendinginkan panasnya udara hari ini.

“Kakek kenapa tidak ibadah saja di rumah? Biar anak kakek  yang mencari nafkah.”

“Anak kakek kan sudah direpotkan anaknya, kasihan jika harus kakek tambahin repotnya.” Ujarnya santai.

“Selagi kakek mampu menghidupi diri sendiri dan tak meminta-minta kan termasuk membela negara. Ya tho?”

Membela negara bagaimana maksudnya Kek?” heran ia sambil menyerahkan uang sepuluh ribuan kepada kakek.

Ya membela kehormatan negara dari image negara miskin dan negara yang tidak becus mengurus warganya yang lansia..!” terangnya.

Gadis itu bingung sambil menggaruk kepala.

“Hanya analisa pribadi yang ngaco Non.. Jangan dipikirin. Hahaha..” jelasnya pada gadis itu.

Gadis itupun tertawa bersama kakek itu.

Tulisan ini di buat untuk diikutkan pada Bukan Contest : Brain Storming-Bela Negara yang diselenggarakan oleh Pak Dhe Cholik.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.