Kiat-Kiat Mendongeng Yang Baik

18 10 2009

Dulu sewaktu kita kecil, kalau mau tidur ibu atau ayah kita sering mendongengkan kita cerita. Entah cerita Nabi dan rsul atau sahabat. Atau juga kisah fabel. Seperti Kancil mencuri ketimun atau Pangeran Kodok.
Nah, inilah sedikit kiat mendongeng yang baik dan mungkin bermanfaat.

Kiat Mendongeng yang baik adalah sebagai berikut

1.Jangan lupa Berdoa kepada Alloh terlebih dahulu.
2.Persiapkanlah Cerita/Dongeng yang akan disampaikan.
3.Milikilah Rasa Malu Terhadap Diri Sendiri & Anak-anak
4.Sukai dan Sayangi serta Cintailah Anak-anak.
5.Dalami dan Hayati Cerita/Dongeng yang hendak disampaikan.
6.Jangan Gunakan Kata-kata Yang tidak dipahami oleh anak-anak.
7.Sesuaikan suara dengan Tokoh-tokoh dalam Cerita/dongeng.
8.Baiknya menggunakan Alat Peraga, jika tak ada maksimalkan tubuh anda sebagai peraga. Hihihii
9.Sebaiknya juga menggunakan Ilustrasi Musik dan Efek-efek Suara semacam suara burung, jangkrik, hantu..dll
10.Namun semuanya tidak akan berjalan dengan baik jika kita tidak percaya diri.
11.Untuk percaya diri sewaktu mendongeng, cobalah berkomunikasi dengan anak-anak.
12.Sering-seringlah berlatih dengan menghafalkan cerita yang akan disampaikan.
13.Siapkan minuman entah air putih, jus jeruk atau yang lainnya pokoknya minuman, supaya jika haus langsung bisa minum
14.Siapkan Peralatan pembantu seperti kursi, laptop dan lain-lain.
15.Ketika bercerita anak-anak sepertinya mengantuk atau mulai tidak memperhatikan, pancinglah mereka dengan pertanyaan dan berikan hadiah untuk menarik perhatian kembali.
16.Jika yang mendongeng orang tua kepada anak, maka siapkan fisik dan mental anda dengan baik.
17.Jangan mendongeng dalam keadaan mabuk atau mengantuk atau lapar.

Mungkin itu saja sedikit kiat yang dasir ambil dari dongengkakrico.com dan sedikit tambahan oleh dasir sendiri.

Sebenarnya yang ingin dasir sampaikan adalah begini:
taman baca
Kemarin aku menemani Pak Sidik Budiyanto (Ketua DSAK) mendongeng. Ia diundang untuk mengisi acara “Penggalangan Dana untuk Saudara-sadara Kita di Sumatera Barat” yang diadakan oleh Rumah Baca Zhaffa. Rumah Baca ini berlokasi di Kelurahan Manggarai, Jakarta.

Kami berangkat pukul 1 siang menggunakan kendaraan roda dua. Sampai sana kami pukul setengah tiga. Pastinya setelah berputar-putar mencari alamat rumah baca tersebut. Acara rencananya dimulai jam tiga. Namun setelah anak-anak baru berkumpul jam setengah 4, akhirnya acarapun dimulainya jam 4. Kak Sidik menjadi pendongeng pertama. Ia mendongeng dengan Judul “Kakek dan Nenek Penjual Sepatu”
Mau tahu ceritanya? Inilah ceritanya.
dongeng
Di sebuah desa dekat hutan. Ada seorang kakek Pembuat sepatu. Sedang neneknya yang menjual sepatunya ke Pasar. Setiap hasil menjual sepatu itu, uangnya mereka belikan makanan untuk dibagikan kepada fakir miskin di daerahnya. Sehingga mereka tidak punya sisa lagi. Dua hari sebelum Idul Fitri, sepatu mereka juga habis terjual dan uangnya dibagikan kembali kepada fakir miskin. Sehingga kakek pun bertanya kepada nenek.

“Nek, kita tidak punya uang untuk Hari Raya besok, Mari kita buat sepatu yang bagus dan kita jual. Semoga laku dan kita bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia.”
Kakek dan Nenek pun membuat sepatu dari sisa kulit yang masih tersisa. Setelah selesai, dilihatnya sepatu dengan kulit merah itu. Cantik sekali.

Di tengah hujan yang deras, melintas seorang gadis kecil tak bersepatu. Melihat itu, kakek dan nenek memberikan sepatu itu kepadanya.
“Yah, bukan rejeki kita Nek. Semoga Alloh memberikan rizki kepada kita besok.”

Malamnya kake dan nenek pun tertidur. Tiba-tiba segerombolan kurcaci datang. Mereka membuatkan sepasang sepatu yag sangat bagus. Setelah selesai, mereka pergi.
Pagi-paginya kakek dan nenek melihat sepatu itu.
“Siapa yang membuatkan sepatu ini nek?” Tanya kakek.
“Aku tidak tahu. Ya sudah mari kita jual sepatu ini ke pasar.” Jawab nenek.
Sepatu itupun terjual dengan harga yang tinggi. Dan merekapun bisa merayakan hari raya dengan senang.

Esoknya kakek dan nenek mengintip siapa yang telah membuatkan sepatu itu. Melihat kurcaci-kurcaci itu tak memakai baju dan sepatu, kakek dan nenek lalu membuatkan mereka sepatu dan baju.

Selain menyiapkan baju dan sepatu, kakek dan nenek menyiapkan makanan untuk mereka sebagai tanda terima kasih. Sehingga begitu esoknya mereka datang, mereka memakai baju dan sepatu itu dan juga memakan makanan yang kakek dan nenek siapkan.
Hari-hari berikutnya kurcaci-kurcaci itu tak datang lagi. Dan sepatu buatan nenek dan kakek selalu habis terjual. Dari hasil berjualan sep[atu itu mereka hidup bahagia hingga akhir hayatnya.

Cerita pertama selesai.
Acara dilanjutkan dengan musik, lalu dongeng oleh Kak Rico dengan judul “Bedul dan Mak Rawon”.
Untuk ceritanya tidak perlu ya? *Perlu* Nanti terlalu panjang. *Tidak apa-apa..!*

Ya sudah sedikit saja ya.

dongeng

Mak Rawon orang miskin dan Bedul orang kaya tapi suka berjudi, malas sholat 5 waktu seerta pelit. Lalu karena mak Rawon tidak Punya uang untuk membeli pupuk ia meminjam ke bedul Rp 100.000,-. Jangka waktunya dua bulan dan harus mengembalikan sebanyak Rp 200.000,- Namun sewaktu jatuh tempo. Padi yang siap di panen, dimakan tikus. Akhirnya ia tak bisa mengembalikan ke bedul. Untuk membayarnya Mak Rawon harus bekerja selama 6 bulan ke Bedul. Namun setelah 6 bulan ternyata menurut Bedul masih kurang. Maka mak rawon ditambah masa kerjanya jadi setahun. Ketika masih 9 bulan, mak Rawon sakit keras dan matanya buta. Lalu ia di usir dan ke hutan

Di Hutan ia menemukan madu yang bisa mengobati kebutaan dan penyakit putri raja. Setelah itu ia memberikan madu itu kepada raja dan putri sembuh. Lalu raja memberikan hadiah kepada mak rawon. Ia menjadi kaya. Melihat itu bedul iri dan menanyakan langsung apa yang menyebabkan Mak rawon kaya. Ssetelah mengetahuinya. Bedul mencari madu itu di hutan. Sewaktu hendak mengambil madi itu ia malah disengat lebah disekujur tubuhnya. Sehingga badannya bengkak. Setelah itu ia punbertaubat dan akan rajin sholat dan membantu rakyat miskin. Setelah bertaubat penyakit bedulpun sembuh.

foto dongeng
Selesai kak Rico bercerita, kami berfoto bersama dan langsung berpamitan kepada Mas Yudi (Koordinator Rumah baca Zhaffa), Kak Nia (Teman Kak Yudi) dan juga kepada Kak Rico (dongengkakrico.com) serta warga di Jl.Menara Air VII Manggarai.
taman baca
Ternyata nama Zhaffa dalam Rumah baca Zhaffa adalah nama Anaknya Mas Yudi (Koordinator Rumah baca Zhaffa). Sudah setahun mereka berdiri dan blognya adalah rumahbaca-zhaffa.blogspot.com

Sekian dulu dan salam hangat tuk semua…





My father married again

15 10 2009

His name Ningrum, we are friends since junior high. I was class president and she was his secretary. He was cheerful and his son quite beautiful for a girl of the present criteria. Especially when her long hair loose. Waow … tempting charms.

Unfortunately he was engaged. He said with one profession friends. Now he’s living as an English teacher at one elementary school in the country Siwalan, Pekalongan. Monday to Friday and if he teaches weekend he attended the IKIP Pekalongan. He was so friendly greeted me when I was playing to his house.

There was no speech that appeared in the lateral line and the sadness in his face mimic. His expression was always friendly, just like before during our junior high. Had he not been engaged, would have shot him. SSssst … meaning will reveal these feelings to him. Though he is my best friend’s boyfriend, Riyadi.

Several times I was playing to his house. Who see only her mother. I do not know where her brothers and father. After graduating from junior high school, I was just playing to his place only once to pass the STM. And when I return home from overseas in order Silaturrahim and happened to coincide with Eid I was playing to his house. Yet again the meet and greet is He, his sister and mother.
Eventually I was unable to bury these feelings. Reveal to him …

“Ning, … …?” I called him.
“What sir?” He replied with melodious.
Cess .. direct voice dripped into my heart, cool …. Cold taste. Moreover, we were alone. Once again I say we were alone and only 2 cups of tea accompanied by warm bread and a tin can Khong Guan.

“I want to ask….?” I tried dared to ask.
“What’s wrong sir ..? How come you do not like the usual! “He was such a hurry to know what to say.
“Actually I wanted to ask about … .. eeh .. eh .. eh!” I’m nervous. And could not get out the words of my mouth is.
“Come quick to say, really ah .. eh .. ah .. er ..!!” He started forcing me to quickly say.

“Excuse me, several times I came to greet you, just you meet me? Or just brother and mother. Where are the others? “
He paused. As if my words like eruption of Merapi in the afternoon which made him unable to speak. And my question seemed to surprise her.
“Why do you ask?”
“Yes, it just surprised.”
“Actually I do not want to tell .. but if you want to promise I akn tell?”
“I promise!” I said.

“My father married again sir.!” He said, looking down.
“Hahhhh ..!!” I shocked with those words.
“Yes .. sir. He is now live in Jakarta with his young wife. “
In my heart I muttered, “If permitted, would lend you my shoulder to lean on. But I only Ningrum friend. “

“No wonder I never saw it. What to say and do to be able to entertain you, O my friend? “I asked innocently.
“Just you this secret and frequently call alone would be enough, Sir.” He said still with downcast eyes and sobbed so slightly swollen.
“Insya Alloh Ning.” I said curtly.
Since it was overcast afternoon and I was saying good-bye. In addition to pursuing maghrib time.

“Do not be sad yes Ning. Hopefully we can take a lesson from this incident. Amen. Assalamu’alaikum. “
“Wa’alaikumsalam ..” she said.
We was parted in the evening ….





Selayang Kenangan Muddasir

13 10 2009

”Perpustakaan Nah kalau yang ini, ini adalah kegiatan perpustakaan DSAK yang dasir bertugas sebagai koordinator perpustakaan. DSAK membuka perpustakaan setiap hari minggu jam 15.30 sampai 17.30

”Di
Foto ini dasir dapatkan sewaktu survey untuk kegiatan outbound DSAK sebagi pengisi liburan sekaligus untuk mempererat tali ukhuwah antar relawan DSAK. Lokasinya di BINTARO, Tangerang.

”Peringatan

Untuk yang ini. Peringatan Tahun Baru Islam 1430 H. Mereka adalah pemenang lomba menghafal Al-quran dan terjemahnya. Sang anak menghafal Ayatnya sedang Ibunya menghafal terjemahan. Surat-surat yang dihafalkan adalah surat-surat pendek juz 30.

Karena dasir sedang capek mau ngetik cerita maka sementara ini dulu postingan dasir sebagai syarat One Posting Per Day.

Salam hangat Tuk Semuanya……








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.